Label

Welcome in my blog

Follow my news update

Senin, 27 Februari 2012

10 Ahli Ekonomi Rujukan Eksekutif Dunia

Salah satu ekonom ternama dunia sempat menjadi pembicara di sebuah seminar di Indonesia

Rabu, 15 Februari 2012, 06:38 WIB

Michael Porter, salah satu ekonom berpengaruh
 
         Sebanyak 50 orang ekonom masuk daftar Top 50 Business Thinker 2011. Ke-50 orang tersebut dinilai berpengaruh besar terhadap pemikiran dunia bisnis dan ekonomi dunia. Tak heran pemikiran dan ide-ide para ekonom top dunia ini menjadi rujukan bagi para pebisnis dan eksekutif korporasi multinasional. 
Ambil contoh, pendiri, presiden direktur dan CEO Amazon.com, Jeff Bozes. Pria pendiri perusahaan multinasional dalam bisnis perdagangan online ini seringkali mengutip pemikiran dari ekonomi seperti Jim Collins, penulis buku Good To Great.
Bozes juga sering memperoleh pengetahuan baru dari Malcolm Gladwell dan Michael Porter yang dianggap sebagai Bapak Strategi Korporasi Modern.
Pemilihan para ekonom ini didasarkan pada 10 kriteria yaitu keaslian ide, dampak dari ide, presentasi ide, cara mengkomunikasikan ide, dan loyalitas para pengikut.
Lima faktor lainnya adalah indra bisnis, popularitas di tingkat internasional, penelitian reguler, akses hasil riset, dan faktor kepakaran.
Untuk menentukan tingkat kepakaran para ekonom ini, Thinker50 menggelar survei dan voting secara online serta masukan dari para panelis.
Berikut adalah 10 ekonom teratas yang dianggap memiliki tingkat kepakaran terbaik dan sering dijadikan rujukan pada eksekutif:
10. Malcolm Gladwell
Penulis pemenang penghargaan New Yorker ini masuk dalam jajaran ekonom paling berpengaruh sejak tahun 2005 setelah menerbitkan buku The Tipping Point. Malcolm Gladwell menuliskan mengenai bagaimana sesuatu hal yang sangat kecil bisa membuat perbedaan yang sangat besar.
Gladwell juga menghasilkan buku berjudul Blink yang bercerita mengenai bagaimana keputusan dan persepsi sepersekian detik bisa mempengaruhi cara pandang manusia lewat sebuah fenomena bernama thin slicing (irisan tipis).
Satu lagi karya Gladwell adalah Ouliers yang menjadi buku terlaris. Buku ini mendiskusikan mengenai bagimana sekelompok orang bisa berhasil dan kelompok lainnya tidak.
9. Don Tapscott
Thinker50 menilai Don Tapscott sebagai salah satu penulis terdepan dalam hal inovasi, media, globalisasi dan dampak ekonomi dan sosial dari teknologi terhadap bisnis dan masyarakat.
Salah satu karya Tapscott, The Digital Economy yang terbit tahun 1995 mengupas mengenai bagaimana sebuah internet bisa mengubah cara berbisnis. Dia juga membuat buku Paradigm Shift dan buku-buku manajemen lain seperti Growing Up Digital, The Naked Corporation and Wikinomics: How Mass Collaboration Changes Everything.
Buku terakhir ini pernah menjadi rujukan pelajaran manajemen terbaik di Amerika Serikat pada tahun 2007
8. Marcus Buckingham
Kalangan yang pernah menggunakan alat penilai personal, Strengths Finder patut berterima kasih pada Markus Buckingham. Dia menulis buku Now, DiscoverYour Strengths and First, Break All the Rules: What the World's Greatest Managers Do Differently, dan buku kepribadian lainnya.
Buckingham dianggap membuat revolusi dalam hal meningkatkan kekuatan diri dan berusaha untuk tidak menjadi orang lain. Buku terakhir yang dihasilkannya adalah Stand Out
7. Marshall Goldsmith
Pria ini menciptakan teknik 360 derajat feedback yang membantu perusahaan dan tim untuk lebih transparan dan terutama menjadi lebih efektif.
Goldsmith juga menghasilkan sejumlah karya termasuk The Leader of the Future and MOJO: How to Get It, How to Keep It, and How to Get It Back If You Lose It.
Saat ini, Goldsmith merupakan executive coach dari Marshall Goldsmith Group dan mengajak sejumlah sekolah bisnis ternama di dunia termasuk The Tuck School of Business di Dartmouth, Hanouver, Amerika Serikat.
6. Roger Martin
Roger Martin terkenal dengan karyanya, The Opposable Mind: How Successful Leaders Win Through Integrative Thinking. Buku ini menguraikan mengenai cara berpikir integral yang bisa menyelesaikan masalah kompleks.
Dia juga membantu perusahaan yang tengah fokus mendesain bisnisnya dalam buku The Design of Business. Martin juga membandingkan kondisi rill dan harapan pasar yang menyebabkan krisis keuangan tahun 2008  lewat buku Fixing the Game: Bubbles, Crashes and What Capitalism can Learn from the NFL
Saat ini, Martin merupakan dekan dari Rotman School of Management di Universitas Toronto, Kanada.
(hard news)

Kenaikan Upah Minimum Mengacu Inflasi

Hal ini dimaksudkan, sebagai upaya menjaga laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Senin, 13 Februari 2012, 20:38 WIB

Menteri Keuangan Agus Martowardojo
          Pemerintah menyatakan dengan kenaikan upah minimum pekerja, perlu juga menaikkan ukuran penghasilan tidak kena pajak (PTKP). Hal ini dimaksudkan, sebagai upaya menjaga laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Kan kamu udah tahu bahwa upah minimum naik, jadi kita perlu menyesuaikan sehingga itu meliputi jumlah upah minimum juga," ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa 21 Februari 2012.

Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, juga menyatakan bahwa pemerintah telah mengeluarkan aturan mengenai dasar kenaikan upah minimum pekerja dengan mengacu pada tingkat kelaikan hidup.

Dalam peraturan tersebut, tambahnya, laju inflasi menjadi salah satu faktor pertimbangan. "Inflasi diperhitungkan dong, tapi tidak satu-satunya itu kan. Ada banyak kriterianya," tuturnya.

Hatta melanjutkan, dalam penetapan tingkat kelaikan hidup perlu untuk berpegang pada satu lembaga survei. Hal ini, dimaksudkan untuk menghindari simpang siur informasi.

"Survei harus dibuat satu, misal BPS (Badan Pusat Statistik). Itu yang menjadi pegangan. Sehingga tripartit bisa menetapkan upah minimum itu dan disesuaikan," jelasnya.

Sebelumnya, Direktorat Jendral Pajak menyatakan bahwa pemerintah menyiapkan skenario menanggung pajak penghasilan (PPh) karyawan pada tingkat tertentu. Rencana ini muncul seiring koreksi angka pertumbuhan ekonomi.

Hal ini dimaksudkan agar daya beli masyarakat tidak terganggu dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

Selain itu, pajak yang ditanggung pemerintah akan membuat penghasilan dari masyarakat bertambah sehingga peran konsumsi rumah tangga tetap terpelihara.
(hard news)

Negara BRIC Kini Rentan Terimbas Krisis

Ketahanan BRIC dalam menangkal dampak krisis global dinilai semakin melemah.

Kamis, 09 Februari 2012, 09:59 WIB


China, salah satu kekuatan baru ekonomi dunia.
        
        Negara kekuatan ekonomi baru dunia, Brasil, Rusia, India, dan China (BRIC) dianggap tak lagi memiliki kekebalan yang cukup kuat dalam menahan gempuran krisis ekonomi dunia.

Hal tersebut diketahui dari sebuah survei konsultan risiko, Maplecroft, berjudul "Global Risk Atlas" seperti dikutip laman Reuters.com, Senin, 20 Februari 2012.

"Dengan harapan pemulihan ekonomi global akan bertumpu pada BRIC, investor dan pebisnis mencari sumber pertumbuhan baru. Pasar dengan risiko tinggi harus waspada terhadap ketahanan ekonomi mereka dari risiko global," kata Chief Executive Officer (CEO) Maplecroft, Alyson Warhurst.

Alyson mengatakan, ketahanan sebuah negara dari kejutan internal dan eksternal harus dibangun dalam jangka waktu yang panjang. "Dengan membaiknya risiko politik dari negara BRIC, kami menduga ketahanan itu masih ada. Namun, hasil yang kami peroleh, hal ini tak terwujud," katanya.

Survei itu juga menemukan, perbaikan tata kelola dan reformasi yang dilakukan negara BRIC belum seimbang dengan pertumbuhan ekonomi. Hal ini akan memunculkan potensi risiko ketahanan negara tersebut dari aksi terorisme ataupun perubahan iklim.

Di antara empat negara anggota BRIC, India dan Rusia merupakan salah satu dari 41 negara dengan klasifikasi berisiko tinggi. Mereka dianggap memiliki tata kelola yang rendah, korupsi sistemik, dan ancaman terorisme.

Sementara itu, China masuk dalam klasifikasi berisiko menengah. Negara ini juga bermasalah dengan persoalan keamanan. Posisi yang sama diperoleh Brasil yang dianggap paling rendah terkena risiko global. Brasil dinilai memiliki stabilitas dan struktur politik serta tata kelola yang kuat.
(soft news)

Pabrik Plastik Dilalap Api, 5 Jam Belum Padam

Api mulai membakar pabrik di kawasan Kapuk, Cengkareng, sekitar pukul 03.00 WIB.

Rabu, 15 Februari 2012, 08:31 WIB
Desy Afrianti, Siti Ruqoyah

Kebakaran di Jakarta
         Sebuah pabrik plastik yang terletak di kawasan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat hangus terbakar, Senin 13 Februari 2012. Api mulai membakar sekitar pukul 03.00 WIB.
Sebanyak 35 unit mobil pemadam kebakaran sudah diturunkan. Namun hingga kini api belum berhasil dipadamkan.

"Api muncul pukul 03.00 WIB, sudah hampir lima jam belum padam, petugas masih berada di sana," ujar petugas Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Barat, Rusdi, saat dihubungi.

Namun, kata Rusdi, pabrik saat ini dalam keadaan kosong karena sedang tidak berproduksi. Penyebab kebakaran sampai saat ini belum diketahui. Pihaknya juga belum mendapat informasi apakah ada korban atau tidak.

Berdasarkan keterangan Pusat Manajemen Lalu Lintas (TMC) Polda Metro Jaya, kondisi jalanan sekitar pabrik plastik tersebut padat, tetapi masih bisa dilalui.
(hard news)

Polda Siap Kirim Afriyani ke Kejaksaan

Penyidik Polda Metro Jaya tinggal menunggu hasil analisa kejaksaan.

Minggu, 12 Februari 2012, 11:49 WIB
Eko Priliawito, Beno Junianto
Afriyani Susanti
        Kepolisian Daerah Metro Jaya sudah melimpahkan berkas perkara kasus narkoba terhadap Afriyani Susanti (29), sopir Xenia maut yang menewaskan sembilan pejalan kaki di Jalan MI Ridwan, Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada Minggu 22 Januari 2012.

Polisi juga melimpahkan berkas perkara terhadap tiga penumpang mobil nahas itu. Mereka adalah Adistria Putri Grani, 26 tahun, Deny Mulyana, 30 tahun, dan Arisendi, 34 tahun.

Dengan pelimpahan berkas tahap pertama ini, penyidik Polda Metro Jaya tinggal menunggu hasil analisa kejaksaan. Bila dianggap sudah lengkap, maka pelimpahan tersangka akan segera dilakukan.

"Baru narkoba dulu, kami tinggal limpahkan tersangka saja. Kondisi Afriyani sampai hari ini masih sehat," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Minggu 12 Februari 2012.

Sementara untuk berkas kasus kecelakaan masih dilengkapi, dan peyidik dari Unit Lalulintas akan mempercepat pemeriksaan terhadap para tersangka. Ditargetkan, pekan depan untuk kasus ini sudah selesai.

"Kasus lantas kita kebut juga berkas perkaranya,  rekonstruksi, dan kalau sudah tuntas, berkas bisa selesai," katanya lagi.

Berdasarkan pemeriksaan beberapa saksi ahli, kecepatan Daihatsu Xenia B2479 XI yang dikendari Afriyani dipacu dalam kecepan 90-100 KM/jam.

Dalam kasus ini penyidik melibatkan beberapa ahli, yakni ahli transportasi, kesehatan, dan benturan.

Afriyani Susanti ditetapkan sebagai tersangka dalam kecelakaan maut ini. Dia terbukti berkendara tanpa membawa STNK, tak memiliki SIM, merusak fasilitas umum, dan menghilangkan nyawa atas kecelakaan itu.

Dia jerat dengan pasal berlapis, yaitu Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dan pasal 127 UU No 35 Tahun 2009 tentang narkoba dan obat-obatan terlarang.
(hard news)

Salah Tangkap, Kapolres Jakarta Pusat Digugat

Penangkapan dilakukan tanpa surat dan hanya berdasarkan foto.

Kamis, 9 Februari 2012, 21:13 WIB
Mutia Nugraheni, Nur Eka Sukmawati
 
     Ilustrasi salah tangkapKapolres Metro Jakarta Pusat dan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat digugat ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat karena salah tangkap. Korban salah tangkap adalah Hasan Basri, 41 tahun.

Ia dituduh sebagai komplotan pencuri motor pada 14 Oktober 2011 lalu. Hasan dituduh mencuri sebuah mobil APV, laptop dan telepon genggam.

"Hasan bukan pelaku pencurian seperti yang dituduhkan oleh Kapolres dan Kepala Kejari. Tidak ada bukti dan saksi yang menguatkan tuduhan tersebut," kata kuasa hukum Hasan, Maruli Tua, Kamis, 9 Februari 2012.

Ia juga mengungkapkan banyaknya kejanggalan dalam proses penangkapan Hasan. Pertama, polisi tetap menangkap Hasan meski para saksi telah menyatakan Hasan berada di rumahnya, bukan berada di tempat kejadian perkara.

"Kejadian pencurian berlangsung pukul 20.00 WIB di kamar kos nomor 17, lantai 3, jalan Waja VII No.9 RT 01/ RW 02 Harapan Mulia, Kemayoran, Jakarta pusat. Di waktu yang sama, Hasan berada di rumah bersama anak dan istrinya, semua tetangga dan pemilik kontrakan melihat Hasan. Hasan juga tidak tinggal satu kos dengan tersangka yang lain," kata Maruli.

Kedua, penangkapan Hasan dilakukan tanpa surat. Ia ditangkap hanya berdasarkan foto.

"Ini merupakan penangkapan dan penahanan secara sewenang-wenang, yang bertentangan dengan Pasal 9 UU No. 11 Tahun 2005 tentang pengesahan kovenan internasional hak-hak sipil dan politik dan Pasal 18 KUHAP," ujarnya.

Penggugat menilai, Kejari Jakarta Pusat melakukan kelalaian karena telah menerima berkas hukum. Kejari juga telah melakukan pengabaian fakta-fakta hukum.

"Ada tersangka yang sudah menegaskan Hasan Basri bukanlah yang melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan tersebut," ujar Maruli.

Dalam gugatan tersebut, Kepolisian dan Kejari Jakarta Pusat harus memberikan ganti kerugian. Berupa, kerugian materiil Rp8,7 juta dan kerugian imateriil sebesar Rp1 (satu rupiah).

"Kita juga minta pengadilan memerintahkan Termohon I dan Termohon II untuk merehabilitasi nama baik Pemohon dalam sekurang-kurangnya melalui 5 (lima) media cetak dan 7 (tujuh) media elekronik selama 7 (tujuh) hari berturut-turut," kata Maruli.
 (soft news).

Menelusuri Sejarah Budaya Kerajaan Madura

Perkembangan sejarahnya tak luput dari campur tangan Belanda.
Rabu, 15 Februari 2012, 15:13 WIB

Karapan sapi, Madura  
        Nama Cakraningrat V, Jokotole dan Kek Lesap, sudah tidak asing lagi bagi masyarakat, terutama bagi murid sekolah di Madura. Sebab nama mereka terdapat dalam buku sejarah atau dalam legenda yang sudah dibukukan dan beredar di masyarakat.
Sedangkan nama tokoh-tokoh lainnya yang erat kaitannya, baik dengan sejarah Madura maupun dengan asal usul kota Pamekasan. Tercampur dengan lakon dalam perfilman modern seperti Bu Bariyah, Kadir, Sarip dan lain-lain.
(hard news)