Label

Welcome in my blog

Follow my news update

Minggu, 07 Agustus 2011

Kalbar Bangun Kampung Budaya Senilai Rp60 Miliar

Minggu, 7 Agustus 2011 20:21 WIB
(Hard news)


Tiang Lamin Rumah Adat Dayak
Target kami dalam dua tahun akan tuntas pembangunan Kampung Budaya tersebut dan rencananya pembangunan dimulai pada tahun ini.
Pontianak - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) akan membangun Kampung Budaya di Kota Pontianak sebagai pusat kegiatan budaya dengan alokasi dana sebesar Rp60 miliar dalam dua tahun anggaran.

"Target kami dalam dua tahun akan tuntas pembangunan Kampung Budaya tersebut dan rencananya pembangunan dimulai pada tahun ini," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalbar, Jakius Sinyor di Pontianak, Jumat.

Menurut Jakius Sinyor, rencana pembangunan Kampung Budaya dan alokasi anggarannya sudah disepakati saat pertemuan antara eksekutif dan legislatif Kalbar beberapa waktu lalu.

"Dewan sudah menyetujuinya," kata dia menegaskan.

Ia menambahkan, secara umum ada tiga bagian utama Kampung Budaya yakni Rumah Adat Melayu, Rumah Adat Dayak dan plaza.

Rinciannya, untuk Rumah Adat Melayu menghabiskan dana Rp22 miliar, Rumah Adat Dayak Rp22 miliar dan Rp16 miliar untuk pembangunan plaza.

Ia melanjutkan, plaza akan disiapkan menjadi lokasi kegiatan acara-acara kebudayaan misalnya festival budaya Melayu, Dayak, Tionghoa, maupun etnis-etnis lainnya di Kalbar.

Ia mengungkapkan, untuk tahap awal dana yang sudah disepakati sebesar Rp5,1 miliar. Dana tersebut diperkirakan mencukupi untuk pembangunan kolom, pondasi maupun lantai 1 rumah adat Dayak.

Sementara untuk Rumah Adat Melayu, pihaknya masih menunggu konsep bangunan yang akan diajukan.

"Kita tunggu seperti apa," kata Jakius Sinyor.

Sedangkan untuk bangunan Rumah Adat Melayu yang kini sudah berdiri, ia juga belum tahu akan tetap dipertahankan atau tidak karena masih menunggu rancang desain yang baru.

Mengenai bangunan untuk etnis lain di Kalbar agar ikut ditampilkan di Kampung Budaya, ia mengakui bahwa hal itu tidak disiapkan secara khusus.

Namun, lanjut dia, mereka dapat memanfaatkan plasa yang menyediakan panggung terbuka untuk kegiatan-kegiatan kebudayaan pula.

"Dua bangunan utama lain untuk menunjukkan keterwakilan etnis mayoritas di Kalbar," katanya menegaskan.

Lokasi pembangunan Kampung Budaya berada di lahan bekas Gedung DPRD Kalbar di Jalan Sutan Syahrir, Pontianak Kota.

Luas kawasan tersebut sekitar tiga hektare, dan hingga kini masih ada sejumlah bangunan misalnya Kantor Kadin Kalbar, Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Kalbar, Kantor Badan Kesbanglinmas Kalbar.

Mengenai pengelolaan Kampung Budaya, Jakius Sinyor mengatakan hal itu akan diserahkan ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kalbar.

"Dinas Pekerjaan Umum hanya menangani masalah fisik," kata dia.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kalbar juga akan mendapat dana pendampingan terkait Kampung Budaya dari pemerintah pusat.

Nazaruddin Tertangkap

Minggu, 7 Agustus 2011 14:34 WIB
(Hard news)


Mohammad Nazaruddin .

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan  mantan bendahara Partai Demokrat yang diduga terlibat dalam sejumlah kasus korupsi Muhammad Nazaruddin tertangkap di Cartagena, Kolumbia.

Menko Polhukam menyampaikan hal itu dalam keterangan persnya di Kantor Presiden, Jakarta, Senin sore. Hingga berita ini diturunkan keterangan pers masih berlangsung.

Menurut Djoko, Nazaruddin tertangkap atas kerjasama Kepolisian RI dengan Interpol. Saat ini Duta Besar RI di Kolumbia telah mengidentifikasi yang bersangkutan dan menyebutkan jika ciri-ciri fisik yang bersangkutan sama dengan Nazaruddin.

171 Ekor Sapi Disiapkan Antisipasi Kenaikan Harga


(Hard news)

Minggu, 7 Agustus 2011 09:43 WIB


Ilustrasi (Foto Ari Bowo Sucipto)
Muarabungo, Jambi Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindagkop) Kabupaten Bungo, Eko Wijakso, menyatakan pihaknya telah menyediakan 171 ekor sapi guna memenuhi kebutuhan daging sapi selama Ramadhan dan Lebaran yang akan datang.

"Pemkab Bungo telah menyediakan 171 ekor sapi guna mencukupi kebutuhan stok daging selama Ramadhan dan Lebaran yang akan datang," katanya saat dihubungi, Senin.

Stok sapi tersebut, katanya, juga dimaksudkan untuk mengantisipasi terjadi lonjakan harga daging di pasaran.

"Seandainya nanti harga melonjak pihaknya sudah siap melempar daging ke pasaran untuk menstabilkan harga," lanjutnya.

Sementara itu, terkait dengan lonjakan harga di pasaran Dinas Perindagkop mengaku tidak bisa mengadakan operasi pasar karena tidak memiliki anggaran untuk melakukan operasi pasar seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Tahun ini kita tidak lakukan operasi pasar, karena anggaran tidak ada," paparnya.

Namun, kata dia, pihaknya akan berkomunikasi langsung dengan Bupati seandainya memang terjadi lonjakan harga di pasaran.

"Untuk saat ini harga kan masih normal, kalau nantinya naik, kita akan komunikasikan dengan bupati, apa tindakan kita, karena untuk operasi pasar kita tidak ada dananya," tambahnya.

Sementara itu dari pantauan di Pasar Bungur Muarabungo hingga akhir pekan kemarin, sejumlah harga sembako sudah mengalami kenaikan. Hal ini terlihat dari harga telur ayam dari harga Rp 25 ribu ke 32 ribu. Harga beras bervariasi kenaikannya.

Harga sayur tomat naik 100 persen dari Rp 4 ribu ke Rp 8 ribu. Sementara harga daging dari Rp 70 ribu menjadi Rp 80 ribu hingga 90 ribu per kg, begitu juga untuk daging ayam yang mengalami kenaikan hingga Rp 5 ribu pe kilogram.

"Posisi Marzuki Alie di DPR Bisa Dievaluasi"


Pasal 80 ayat 2 UU DPR mengatur fraksi bisa melakukan evaluasi atas kinerja anggotanya

Minggu, 7 Agustus 2011, 06:44 WIB
(Hard news)

Marzuki Alie (Antara/ Andika Wahyu)

Direktur Advokasi Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Ronald Rofiandri mengatakan Undang-undang MPR, DPR, DPD dan DPRD mengatur evaluasi setiap anggota fraksi. Dan menurut Ronald, politikus Demokrat yang jadi Ketua DPR Marzuki Alie bisa dievaluasi oleh partainya.

Marzuki, kata Ronald, tidak hanya perlu dievaluasi terkait soal pernyataan kontroversialnya, tetapi juga kinerjanya sebagai kader Partai Demokrat yang diberi amanat menjadi Ketua DPR.

"Pasal 80 ayat (2) UU MD3 disebutkan dalam mengoptimalkan pelaksanaan fungsi, tugas dan wewenang DPR, serta hak dan kewajiban anggota DPR, fraksi melakukan evaluasi terhadap kinerja anggota fraksinya dan melaporkan kepada publik," kata Ronald kepada VIVAnews, Kamis, 4 Agustus 2011.

Menurut dia, ketentuan tersebut memerintahkan semua fraksi melakukan evaluasi kinerja anggota fraksi dan kemudian melaporkannya kepada publik. Kewajiban itu mesti dilakukan sedikitnya sekali dalam satu tahun masa sidang. "Evaluasi tersebut untuk menilai kinerja anggota fraksi," katanya.

Ronald menyayangkan mengapa elite Fraksi Demokrat berkukuh tidak mau mengevaluasi kinerja Marzuki. Padahal sudah saatnya hal itu dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan. Menurutnya, kewajiban evaluasi itu juga diatur dalam tata tertib DPR pasal 18 ayat (6).

"Kalau Partai Demokrat menolak melakukan evaluasi itu melawan perintah UU MD3," kata dia.

Menurut Ronald, tidak ada alasan untuk menghindar dari amanat UU itu. konsekuensinya selain melanggar UU juga jadi catatan buruk dimata masyarakat. "Namun, kalau evaluasi dilaksanakan bisa jadi bentuk akuntabilitas terhadap konstituen," kata Ronald.

Ketua DPR Marzuki Alie terakhir memicu kontroversi dengan mengangkat wacana pembubaran KPK. Menurutnya, KPK tidak banyak membawa perubahan dan lebih banyak melakukan manuver politik ketimbang pemberantasan korupsi. Selain itu, beberapa petingginya diduga melanggar kode etik dengan menemui Nazaruddin untuk membicarakan suatu kasus.

Namun, belakangan secara panjang lebar Marzuki membantah ingin membubarkan KPK. Dia mengatakan, "Ada kata ‘kalau' di situ. Bukan berarti saya ingin membubarkan KPK," katanya.

Casey stoner

Tunggangan Stoner Memuaskan


(Hard news)
Minggu, 7 Agustus 2011 16:11 wib
Foto: Casey Stoner (Reuters)
Foto: Casey Stoner (Reuters)
Kemenangan di GP Amerika Serikat (AS), membuktikan tunggangannya sangat akur dengan Casey Stoner. Dia pun mengaku puas akan performa motornya di berbagai kondisi.

Puncak podium di seri Laguna Seca sebelumnya, membawa motivasi lebih bagi Casey Stoner untuk menjalani paruh kedua musim ini. Apalagi di tiga seri beruntun sebelum GP AS, Stoner kerap gagal memuncaki podium.

“Ya. Menurut saya, gelar akan menghampiri saya jika nanti saya tanpa masalah di paruh kedua. Kami mungkin mampu menaiki podium di setiap seri yang tentunya akan sangat spesial ,” ujar Stoner, seperti dikutip Stayontheblack, Kamis (4/8/2011).

Dia berharap, takkan ada masalah lagi dengan dirinya, strategi tim, maupun tunggangannya, Honda RC212V yang menurutnya sangat kompetitif sejak awal musim ini. Dia yakin, jika motornya tetap seperti itu, gelar hampir dipastikan akan menjadi miliknya.

“Saya sangat senang dengan tim Repsol Honda tahun ini. Motor saya bekerja dengan brilian dan bahkan di hari terburuk, performa tunggangan saya tidak ikut buruk,” lanjut mantan pembalap Ducati ini.

“Hal ini tentu merupakan sesuatu yang sangat positif. Ketika kami memiliki kesempatan untuk menang, kami akan selalu mengusahakannya dan hal itu memberi kami kesempatan lebih untuk banyak memenangkan lomba,” pungkas Stoner.

Jumat, 05 Agustus 2011

Lebaran

"Lebaran Nggak Lebaran, Listrik Nggak Boleh Jelek"

 
Jum'at, 5 Agustus 2011 12:24 wib
Ilustrasi. Foto: Corbis
Ilustrasi. Foto
Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara/PLN (Persero) Dahlan Iskan mengklaim jika pasokan listrik menjelang Lebaran dipastikan aman.

"Apa yang harus disiapkan? Sama saja, saya selalu baca, dijamin kalau Lebaran enggak mati lampu. Menurut saya enggak perlu jaminan seperti itu, Lebaran enggak Lebaran, listrik itu enggak boleh jelek," ungkapnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (5/8/2011).

Menurutnya, perkataannya menjadi hal yang sangat penting, karena untuk ke depannya dia tidak menginginkan ada pertanyaan serupa bila sedang ada ajang besar.

"Ini penting ini, saya tidak ingin kalau ditanya Pekan Raya Olahraga (PON) nanti bagaimana, Sea Games bagaimana, puasa bagaimana, Lebaran bagaimana, listrik itu harus sepanjang hari baik," imbuhnya.

Dirinya mencontohkan, saat puasa seperti ini, beban puncak listrik hingga 300 megawatt (mw) di Pulau Jawa, kondisi tersebut pun diklaim bagus bagi PLN.

"Misalnya Lebaran, itu penggunaan listrik kecil seperti sekarang puasa hanya beban puncak turun 300 mw di Jawa saja. Itu bagus sekali, tapi malam naik sampai 1.000 mw, biasanya di Jawa hanya 15 ribu mw, tapi sampai 16 ribu mw. Kondisi itu baik bagi PLN. Karena beban puncak turun, tapi beban rendahnya naik," tandasnya.

Rupiah Jumat Pagi Tertekan Ke Level Rp8.500


Jumat, 5 Agustus 2011 09:49 WIB
(Hard news)


Ilustrasi.
 
Pelepasan mata uang dalam negeri yang cukup signifikan mendorong nilai kurs rupiah Jumat pagi tertekan ke level Rp8.500 per dolar AS.

Kurs nilai rupiah pagi antarbank Jakarta melemah 40 poin terhadap dolar AS menjadi Rp8.535 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya senilai Rp8.495.

"Kecemasan di pasar keuangan global menyikapi potensi resesi di AS mendorong investor cenderung memegang tunai dolar AS sehingga mata uang Asia cenderung melemah, termasuk rupiah," kata analis valas Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan, kondisi saat ini mendorong pelaku pasar memilih menempatkan dananya pada mata uang "safe haven" untuk menjaga nilainya.

Meski demikian, kata dia, pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang tumbuh pada kuartal kedua 2011 secara tahunan (YoY) sebesar 6,5 persen akan menahan koreksi rupiah lebih dalam.

"Data Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi dalam negeri kuartal dua sebesar 6,5 persen sesuai dengan ekspektasi," ujar dia.

Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi masih akan tinggi seiring dengan membaiknya ekspor yang didorong oleh naiknya harga komoditas, dan realisasi investasi yang naik 14 persen yoy selama satu semester tahun ini.

"Selain kedua pengeluaran tersebut, pengeluaran konsumsi rumah tangga juga akan meningkat tetapi pengeluaran pemerintah belum akan membantu pertumbuhan karena realisasi serapan anggaran yang masih dibawah target," ucap dia.

Dari sisi sektoral, lanjut dia, sektor pertanian, pertambangan, telekomunikasi dan sektor keuangan diperkirakan masih akan tumbuh tinggi.

Ia menambahkan, sisi makroekonomi dukungan inflasi yang rendah dan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat membuat fundamental ekonomi Indonesia semakin solid, sehingga pelemahan rupiah terhadap dolar dapat tertahan tidak terlalu tertekan lebih dalam. (ANT)

Editor: Vijaya surya VJ
COPYRIGHT © 2011